Sepatu #1
Masih Bagus 650 km tersisa

0% terpakai

Kapan Harus Mengganti Sepatu Lari?

Sepatu lari memiliki masa pakai terbatas. Rekomendasi umum dari pabrikan dan ahli biomekanik adalah mengganti sepatu lari setiap 500-800 kilometer, tergantung pada jenis sepatu, berat badan pelari, teknik lari, dan medan yang dilalui.

Menggunakan sepatu lari yang sudah melewati masa pakainya meningkatkan risiko cedera karena bantalan (cushioning) dan stabilitas sepatu sudah menurun. Cedera umum akibat sepatu usang termasuk shin splints, plantar fasciitis, dan nyeri lutut.

Tanda-Tanda Sepatu Perlu Diganti

  • Visual: Sol bagian luar sudah aus tidak merata, lipatan atau retakan pada midsole.
  • Performa: Terasa kurang nyaman dibanding saat baru, bantalan terasa "kempes".
  • Fisik: Muncul nyeri baru di lutut, pinggul, atau punggung bawah yang tidak ada sebelumnya.
  • Jarak: Sudah menempuh lebih dari 650 km (untuk kebanyakan sepatu lari modern).

Cara Menggunakan Shoe Tracker

Masukkan nama sepatu, total kilometer yang sudah ditempuh, dan batas maksimum yang Anda tetapkan (default 650 km). Tracker akan menunjukkan persentase penggunaan dan status sepatu: hijau (aman), kuning (mulai aus), atau merah (saatnya ganti).

Anda bisa menambahkan beberapa sepatu sekaligus jika melakukan rotasi sepatu, yang merupakan praktik yang direkomendasikan untuk memperpanjang umur sepatu dan memberikan variasi pada kaki Anda.

Tips Merawat Sepatu Lari

Untuk memperpanjang umur sepatu: keringkan dengan kertas koran setelah basah (jangan dijemur langsung di bawah matahari), gunakan hanya untuk berlari (bukan aktivitas sehari-hari), dan rotasikan dengan sepatu kedua. Simpan log jarak tempuh setiap sepatu agar bisa merencanakan pembelian sepatu baru sebelum sepatu lama habis masa pakainya.

Alat Terkait

Sudah Tahu Target Pace?

Temukan event lari terdekat dan daftarkan diri Anda melalui Eventrack.