Intensitas
Cuaca

Pentingnya Hidrasi Saat Berlari

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama penurunan performa dan masalah kesehatan pada pelari. Kehilangan cairan sebesar 2% dari berat badan sudah cukup untuk menurunkan performa hingga 10-20%. Pada kondisi cuaca panas di Indonesia, tubuh bisa kehilangan 1-2 liter keringat per jam.

Kalkulator ini menghitung kebutuhan cairan berdasarkan berat badan Anda, durasi lari, intensitas, dan kondisi cuaca. Hasilnya berupa rekomendasi jumlah air per jam dan jumlah energy gel yang diperlukan.

Cara Kerja Perhitungan

Kebutuhan cairan dasar untuk pelari adalah 400-800 ml/jam, disesuaikan dengan faktor berat badan (dinormalisasi ke 70 kg) dan faktor cuaca. Cuaca panas Indonesia memerlukan faktor koreksi 1.25-1.5x dibandingkan cuaca sejuk. Intensitas lari yang lebih tinggi juga meningkatkan produksi keringat secara signifikan.

Kapan Butuh Energy Gel?

Tubuh menyimpan glikogen yang cukup untuk sekitar 60-90 menit aktivitas intensitas sedang hingga tinggi. Untuk lari lebih dari 60 menit, Anda memerlukan asupan karbohidrat tambahan untuk mencegah bonking (kehabisan glikogen).

Rekomendasi umum adalah mengonsumsi 1 energy gel (25-30g karbohidrat) setiap 45 menit, dimulai dari menit ke-15 hingga ke-30. Setiap gel sebaiknya diminum bersamaan dengan 150-200 ml air untuk membantu penyerapan.

Tips Hidrasi untuk Race Day

  • Sebelum race: Minum 500 ml air 2-3 jam sebelum start, dan 200 ml 15 menit sebelumnya.
  • Selama race: Minum di setiap water station, jangan tunggu haus.
  • Setelah race: Minum 150% dari berat cairan yang hilang dalam 2-4 jam pasca race.

Latih strategi hidrasi Anda saat long run sebelum race day. Temukan event lari terdekat di jadwal lari Indonesia.

Alat Terkait

Sudah Tahu Target Pace?

Temukan event lari terdekat dan daftarkan diri Anda melalui Eventrack.